Results for "artikel"
Standar Mutu Arang Batok
Arang Batok yang baik adalah yang berwarna hitam merata dan tidak mengandung kotoran. Pada bagian ujung pecahan Arang Batoknya bercahaya dan bila dijatuhkan di atas lantai yang keras, pecahan kepingannya menampakkan lingkaran yang terang. Bila kepingan- kepingan Arang Batok tersebut dibakar akan menimbulkan suara.
Kualitas Arang Batok biasanya ditentukan berdasarkan tujuan penggunaannya atau disesuaikan dengan permintaan konsumen terutama untuk industri dan ekspor. Namun sebagai standar Internasional telah ditetapkan mutu sebagai berikut:

    kadar air (%) 2-5
    bahan menguap  (%) 7-14
    kadar abu  (%) 2-5
    karbon terikat  (%) 80-85(arang batok)

workphotovideo Jumat, 30 Oktober 2015
Potensi Arang Batok
indonesia merupakan salah satu Negara penghasil kelapa yang utama di dunia. Luas areal tanaman kelapa pada tahun 2000 mencapai 3,76 juta ha, dengan total produksi diperkirakan sebanyak 14 milyar butir kelapa yang sebagian besar (95 %) merupakan perkebunan rakyat. Kelapa mempunyai nilai dan peran yang penting baik ditinjau dari aspek ekonomi maupun sosial budaya.



Pemanfaatan buah kelapa umumnya hanya daging buahnya saja untuk dijadikan kopra, minyak dan santan untuk keperluan rumah tangga, sedangkan hasil sampingan lainnya seperti batok kelapa belum begitu banyak dimanfaatkan. Bobot batok kelapa mencapai 12% dari bobot buah kelapa. Dengan demikian, apabila secara rata-rata produksi buah kelapa per tahun adalah sebesar 5,6 juta ton, maka berarti terdapat sekitar 672 ribu ton batok kelapa yang dihasilkan.

Potensi produksi batok kelapa yang sedemikian besar belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk kegiatan produktif yang dapat meningkatkan nilai tambahnya. Salah satu produk yang dibuat dari batok kelapa adalah pembuatan arang batok kelapa yang pada proses selanjutnya akan dapat diolah menjadi arang aktif.

Jadi arang batok kelapa merupakan bahan baku untuk industri arang aktif. Pembuatan arang batok kelapa ini belum banyak yang melakukannya, padahal potensi bahan baku, penggunaan dan potensi pasar cukup besar. Dari aspek teknologi, pengolahan arang tempurung kelapa relatif masih sederhana dan dapat dilaksanakan oleh usaha-usaha kecil. Keterbatasan modal, akses terhadap informasi pasar dan pasar yang terbatas, serta kualitas serat yang belum memenuhi persyaratan merupakan kendala dan masalah dalam pengembangan usaha indusiri pengolahan batok kelapa.
(arang batok)

workphotovideo
Karakteristik Batok Kelapa
Pohon kelapa atau sering disebut pohon nyiur biasanya tumbuh pada daerah atau kawasan tepi pantai. Buah kelapa terdiri dari kulit luar, sabut, batok kelapa, kulit daging (testa), daging buah, air kelapa dan lembaga. Buah kelapa yang sudah tua memiliki bobot sabut (35%), tempurung (12%), endosperm (28%) dan air (25%) (Setyamidjaja, D., 1995). batok kelapa adalah salah satu bahan karbon aktif yang kualitasnya cukup baik dijadikan arang aktif. Bentuk, ukuran dan kualitas batok kelapa merupakan hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan arang aktif. Kualitas batok kelapa dan proses pembakaran sangat menentukan rendemen karbon aktif yang dihasilkan.



Karakteristik Batok Kelapa

Secara fisologis, bagian batok kelapa merupakan bagian yang paling keras dibandingkan dengan bagian kelapa lainnya. Struktur yang keras disebabkan oleh silikat (SiO2) yang cukup tinggi kadarnya pada batok kelapa tersebut. Berat dan tebal batok kelapa sangat ditentukan oleh jenis tanaman kelapa. Berat tempurung kelapa ini sekitar (15 – 19) % dari berat keseluruhan buah kelapa, sedangkan tebalnya sekitar (3 – 5) mm.

Dari segi kualitas, batok kelapa yang memenuhi syarat untuk dijadikan bahan arang aktif adalah kelapa yang benar-benar tua, keras, masih utuh dan dalam keadaan kering. Untuk membuat arang aktif yang benar-benar berkualitas, tempurung kelapa harus bersih dan terpisah dari sabutnya. Sedangkan untuk mengetahui kualitas yang baik dari arang batok kelapa, pembakarannya menghasilkan arang yang tampak hitam, mengkilap, utuh, keras dan mudah dipatahkan. (Sumber : Mecoho, 2009)

Arang batok kelapa dapat digunakan sebagai kayu bakar biasa atau diolah menjadi arang aktif yang dapat digunakan oleh berbagai industri pengolahan. Arang aktif dari batok kelapa ini memiliki daya saing yang kuat karena mutunya tinggi dan tergolong sumber daya yang terbarukan. Dengan demikian, tempurung kelapa merupakan limbah perkebunan yang memiliki potensi yang besar dan dapat dimanfaatkan lebih lanjut sebagai arang aktif.

Menurut Woodroof, bila batok kelapa dipanaskan pada temperatur yang cukup tinggi tanpa berhubungan dengan udara, akan terjadi rangkaian penguraian dari senyawa-senyawa kompleks yang merupakan komponen utama tempurung. Dan dihasilkan tiga bentuk zat, yaitu: padat, cair dan gas. (arang batok)

workphotovideo
Cara Sederhana untuk Menjernihkan Air
Berikut adalah cara sederhana untuk menernihkan air :

PENDAHULUAN
Kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk air minum, memasak , mencuci dan sebagiannya harus diperhatikan. Cara penjernihan air perlu diketahui karena semakin banyak sumber air yang tercemar limbah rumah tangga maupun limbah industri.

Cara penjernihan air baik secara alami maupun kimiawi akan diuraikan dalam bab ini. Cara-cara yang disajikan dapat digunakan di desa karena bahan dan alatnya mudah didapat. Bahan-bahannya anatara lain batu, pasir, kerikil, arang batok kelapa, arang sekam padi, tanah liat, ijuk, kaporit, kapur, tawas, biji kelor dan lain-lain.

URAIAN SINGKAT
Cara penjernihan air ini sama dengan cara penyaringan I. Perbedaanya terletak pada penyusunan drum atau bak pengendapan dan bak penyaringan, serta susunan lapisan bahan penyaring.

BAHAN

    10 (sepuluh) kg arang batok
    10 (sepuluh) kg ijuk
    pasir beton halus
    batu kerikil
    2 (dua) buah kran 1 inci
    batu dengan garis tengah 2-3 cm



PERALATAN

    1 (satu) buah bak penampungan
    1 (satu) buah drum bekas


PEMBUATAN

    Sediakan sebuah bak atau kolam dengan kedalaman 1 meter sebagai bak penampungan.
    Buat bak penyaringan dari drum bekas. Beri kran pada ketinggian 5 cm dari dasar bak. Isi dengan ijuk, pasir, ijuk tebal, pasir halus, arang batok kelapa, baru kerikil, dan batu-batu dengan garis tengah 2-3 cm (lihat Gambar).


PENGGUNAAN

    Air sungai atau telaga dialirkan ke dalam bak penampungan, yang sebelumnya pada pintu masuk air diberi kawat kasa untuk menyaring kotoran.
    Setelah bak pengendapan penuh air, lubang untuk mengalirkan air dibuka ke bak penyaringan air.
    Kemudian kran yang terletak di bawah bak dibuka, selanjutnya beberapa menit kemudian air akan ke luar. Mula-mula air agak keruh, tetapi setelah beberapa waktu berselang air akan jernih. Agar air yang keluar tetap jernih, kran harus dibuka dengan aliran yang kecil.



PEMELIHARAAN

    Ijuk dicuci bersih kemudian dipanaskan di matahari sampai kering
    Pasir halus dicuci dengan air bersih di dalam ember, diaduk sehingga kotoran dapat dikeluarkan, kemudian dijemur sampai kering.
    Batu kerikil diperoleh dari sisa ayakan pasir halus, kemudian dicuci bersih dan dijemur sampai kering.
    Batu yang dibersihkan sampai bersih betul dari kotoran atau tanah yang melekat, kemudian dijemur.



KEUNTUNGAN

    Air keruh yang digunakan bisa berasal dari mana saja misalnya : sungai, rawa, telaga, sawah dan sumur.
    Cara ini berguna untuk desa yang jauh dari kota dan tempatnya terpencil.



KERUGIAN

    Air tidak bisa dialirkan secara teratur, karena air dalam jumlah tertentu harus diendapkan dulu dan disaring melalui bak penyaringan.
    Bahan penyaring harus sering diganti.
    Air harus dimasak lebih dahulu sebelum diminum


untuk lebih jelasnya…fungsi-fungsi material penyaring di atas adalah:

Fungsi bahan-bahan tersebut masing-masing adalah:

    Kerikil                     : penyaring kotoran-kotoran kasar
    Ijuk                          : penyaring kotoran-kotoran halus
    Pasir halus              : pengendap kotoran-kotoran halus yang masih lolos dari ijuk
    Ijuk lapisan ke-2    : media penahan pasir halus agar tidak lolos ke lapisan bawahnya
    Arang                       : penghilang bau
    Kain                          : lapisan penyaringan akhir
    Kerikil                      : sebagai celah agar air dapat mengalir melalui lubah bawah
    Batu besar               : memberi celah yang lebih besar sebagai jalan keluarnya air melalui lubang


Selamat mencoba (http://sahabatlingkungan.multiply.com/journal/item/20).

workphotovideo
Jual Arang Batok, Tukang Ojek Raup Rp 6 Juta Tiap Tahun Baru
Malam pergantian tahun, merupakan momentum yang paling membahagiakan bagi Sobari. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek di wilayah Kota Bambu Jakarta Barat itu bisa meraup untung hingga jutaan rupiah tiap pergantian tahun.

Setiap menjelang perayaan tahun baru, Sobari beralih profesi menjual arang batok kelapa. Diapun langsung kebanjiran pesanan arang batok kelapa.
"Kebanyakan orang membeli untuk memanggang ikan, daging ayam dan lain-lain di malam tahun baru," kata Sobari saat ditemui wartawan di lokasi, Selasa (31/12/2013).

Kata Sobari, keuntungan yang dia peroleh dari menjual arang batok kelapa bisa mencapai jutaan rupiah. "Selain jual arang batok, saya jual alat panggang juga, ya alhamdulillah Rp 6 juta dapat," tuturnya.

Dikatakannya, selain tahun baru, dia juga jual arang batok pada hari raya besar lain. "Sehari-hari saya ngojek, ini jual arang batok-nya cuma hari raya Idul Adha dan tahun baru saja," tutupnya. (okezone.com)(arang batok)

workphotovideo
Arang Batok untuk Kesehatan


Manfaat Arang Batok Untuk Kesehatan Tubuh. Masih ingat era 1980 ketika menyetrika menggunakan bara arang batok? Arang batok dibakar hingga membara dalam setrika besi yang di depannya terdapat pengunci berbentuk ayam jantan. Cara itu kini ditinggalkan dan digantikan setrika listrik yang lebih praktis. Namun, bukan berarti arang batok tak lagi digunakan. Pada abad ke-20, barang gosong itu justru makin luas penggunaannya. Riset terbaru membuktikan ternyata arang batok memiliki manfaat luar biasa, arang diubah menjadi penghantar zat antikanker pada tubuh manusia.



Penelitiannya dilakukan Japan Science and Technology Agency dan Japan Cancer Insitute, Jepang. Arang batok atau karbon diubah menjadi nanohorn, sejenis batang berukuran sepersejuta meter yang salah satu ujung silindernya meruncing dan tertutup seperti tanduk. Pada ujung itu, disempalkan butiran 1-2 nanometer obat kanker bernama cisplatin. Mirip memasukan obat ke dalam kapsul.

Setelah disuntikkan ke tubuh pasien, nanohorn mengalir dalam darah, tidak menyebar ke seluruh tubuh tetapi hanya terakumulasi di dalam sel-sel kanker. Sebab, sifat sel kanker lebih mudah menyerap benda-benda berukuran 100 nanometer dibandingkan sel tubuh lainnya. Setelah berkumpul di dalam sel kanker, obat dalam kapsul nanohorn itu perlahan lepas untuk mematikan sel kanker. Sistem penghantar obat itu lebih efektif untuk pemusnahan kanker dan tumor serta tanpa efek samping.

Arang Batok untuk Awet muda

Penggunaan arang sebagai obat dalam sebetulnya bukan baru. Sejak 1500 SM, masyarakat Mesir menggunakan arang batok sebagai penyembuh luka dan pembersih usus halus setelah makan. Lantas, 1.100 tahun kemudian Hipokrates menggunakan barang kelam itu untuk perawatan pengidap epilepsi, klorosis, dan antraks. Pada 1831, di depan pelajar di French Academy of Medicine, Profesor Touery berdemontrasi minum racun strychnine yang dicampurkan butiran hitam asal pembakaran. Hasilnya, ia tetap hidup dan menjelaskan penyebabnya.

Menurut Professor Tourey, arang tak berbau dan tak berasa mampu menyerap 60% zat beracun di dalam tubuh yang masuk ke seluruh jaringan pencernaan seperti usus halus, usus besar, dan perut. Ia efektif bekerja 1,5 jam setelah konsumsi. 'Arang memiliki pori yang banyak dan luas, sehingga kemampuan menyerapnya tinggi,' kata Tjuju Nurhayati, peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor.

Penelitian lain dilakukan Richard C. Kaufman, Ph.D dari National Health Federation, Minessota, Amerika Serikat. Arang terbukti bersifat antipenuaan dan memperpanjang umur sebanyak 40% hewan percobaan. Itu karena arang menjaga sensitivitas tubuh dari bahan kimia dan racun yang merusak sel tubuh. Arang juga menyeimbangkan metabolisme lemak, menurunkan kinerja sintesis protein pemicu penuaan, penurunan RNA, penghambat arteriosklerosis dan fibrosis. Dosis yang dianjurkan sebanyak 30 gram per hari diminum 2 kali seminggu saat perut kosong.

Arang batok sebagai pereduksi kolesterol dan penghambat penyakit dilansir oleh British Journal of Nutrition. Sejumlah pasien berkolesterol tinggi yang diberi konsumsi 8 g arang per hari turun 25% dari total kolesterol, 41% kolesterol jahat LDL (low density lipoprotein), serta melipatgandakan rasio HDL/LDL kolesterol. Itu karena arang menyerap penyumbat jantung dan melancarkan peredaran darah koroner.

Arang Batok untuk Pupuk

Selain menjaga kesehatan tubuh manusia, arang juga digunakan untuk kebutuhan lain. Di Jepang, misalnya, arang merupakan komponen utama upacara minum teh sejak 1522. 'Arang yang digunakan harus tak berbunyi, tanpa berasap, dan tak berbau,' kata Jhoni W Utama, direktur PT Dian Niaga, eksportir arang di Jakarta. Arang digunakan untuk menghangatkan air pada suasana sakral yang tenang dan damai.

Untuk pertumbuhan tanaman teh pun tak bisa lepas dari jasa charcoal-nama dagang arang di dunia. Takehiko Hoshi dari Tokai University, Jepang, meneliti efek arang terhadap tanah perkebunan teh selama 10 tahun di bagian timur Shizuoka, Jepang. Arang yang ditaburkan di sekeliling tanaman teh masing-masing 100g memberikan efek pertumbuhan tinggi dan volume produksi meningkat 40% dibanding tanaman yang tak ditaburi arang. Penyebabnya, arang mengubah air yang terperangkap dalam tanah menjadi air mineral lantaran berikatan dengan mineral-mineral arang.

Arang juga mengikat nutrisi di udara seperti nitrogen penyebab pH di dalam tanah tetap netral. 'Selain kaya mineral arang juga bersifat antibakteri dan beberapa jenis asam-asam penyubur tanaman,' kata Tjuju. Konsep itulah yang diterapkan Korea Selatan untuk menjaga kesuburan rumput lapangan golf. 'Minimal satu ton arang batok kelapa untuk lapangan golf yang dipakai di lapisan ketiga,' kata Jhony. Manfaatnya, menyerap kelembapan berlebih sehingga cendawan tidak berkembang dan menghalau hama-hama perusak rumput.

Penggunaan lainnya sebagai pakan kambing seperti di diriset Do Thi Thanh Vana dari Goat and Rabbit Research Centre, Hatay, Vietnam. Ia menguji 42 kambing di National Institute of Animal Husbandry, Hanoi, Vietnam. Pertumbuhan bobot kambing yang diberi pakan 10 g arang per kg bobot tubuh selama 12 minggu lebih cepat; 53 g/hari. Sementara kambing tanpa arang hanya 30 gram/hari.

Arang Batok untuk Baju

Dari sekian banyak faedah arang, penggunaan terbesar sebagai karbon aktif. Maksudnya, arang diubah struktur karbonnya dengan dibebaskan dari ikatan unsur lain sehingga permukaan dan pusat aktifnya menjadi luas. Awalnya, luas permukaan arang berkisar 300 m2/g setelah diaktivasi menjadi 3.500 m2. Semakin luas pusat aktif arang, daya absorsi terhadap cairan dan gas lebih tinggi. Daya serapnya mencapai 25-1.000% dari bobot arang aktif.

Arang-arang itu dibentuk dalam berbagai rupa, antara lain dinding partisi, penyegar kulkas, vas bunga, dan ornamen meja. 'Bahkan di Taiwan dijadikan baju, selimut, kaus kaki, dan tirai', kata Jhonny. Hal itu dilakukan oleh Ema Hsieh dari Taiwan's Industrial Technology Research Institute, Taiwan.

Hasil penelitian Ema, arang mampu melepaskan sinar ultra inframerah yang menghangatkan tubuh. Ia memperbaiki peredaran darah, melepaskan ion negatif yang menyeimbangkan energi dalam tubuh, serta bekerja pada sistem parasimpatetik sebagai penenang pikiran dan badan. Benang arang bersifat antimikroba, menyerap bau lebih baik, dan menghalau radiasi gelombang elektromagnetik perusak sel tubuh.

Dengan segudang manfaat itu, sudah sewajarnya kita memperlakukan arang tak sekadar barang gosong pemanggang daging satai atau pun penjernih air seperti yang selama ini diaplikasikan. Di balik legamnya, barang gosong itu kaya manfaat. Itulah info kesehatan tentang manfaat arang yang luar biasa, semoga bermanfaat .....
(arang batok)

workphotovideo
Arang Batok Pengganti Minyak Tanah

Langkanya minyak tanah dan adanya bahaya kebakaran yang ditimbulkan kompor gas, mendatangkan tugas baru bagi Dekan Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti (UNES) Padang, Ir. I Ketut Budaraga, M.Si.


Pria keturunan Bali itu mencari bahan bakar alternatif. Dari serangkaian penelitian yang dia lakukan, diperoleh bahwa arang batok kelapa bisa menjadi pilihan masyarakat buat keperluan memasak. “Satu kilo arang batok bisa digunakan untuk memasak selama lima jam lebih. Lebih lama waktunya dibanding memasak dengan satu liter minyak tanah. Harga satu kilo arang batok  juga jauh lebih murah dibandingkan harga seliter minyak. Selain harganya sekitar Rp6.000 per liter, minyak tanah pun sukar didapat,” ujar Ketut kepada Singgalang, Minggu (29/7).


Karena ekonomis, Ketut mulai memasyarakatkan pemakaian kompor briket arang batok kelapa tersebut. Dia telah menguji coba produknya itu kepada masyarakat di sejumlah daerah. Beberapa waktu lalu, Ketut menggandeng Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat DP2M Dirjen Dikti Debdikbud dan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) UNES.

Tim yang diketuai Ketut itu menyerahkan bantuan kepada kelompok petani lele sangkuriang terpadu dan kelompok tani Rambai Sakato, Kabupaten Padang Pariaman. Sebanyak 20 kompor briket arang batok diserahkan pada kedua kelompok itu.

Anggota kelompok petani lele terpadu dan kelompok tani Rambai Sakato diberi pula pelatihan manajemen usaha,  strategi pemasaran, usaha mencari nilai tambah. Mereka juga dilatih membuat briket arang batok kelapa.

Menurut Ketut, pelatihan diberikan agar petani bisa mengelola usahanya lebih baik dan merasakan keuntungan penggunaan kompor briket arang batok.

Ketut menjamin produknya lebih ekonomis dan asap pembakaran batok bisa pula dijadikan bahan anti jamur, bahan pengawet makanan dan pembeku latek pada karet. Asap ditampung dan diolah sehingga berbentuk cairan. Ketut menamakannya asap cair. “Asap cair inilah produk sampingan yang multiguna, bermanfat bagi pengembangan pertanian organik,” kata Ketut bangga.

Meski lebih ekonomis, masyarakat masih belum mau serta-merta beralih ke kompor briket arang batok. Sejumlah RT di Jakarta pernah meminta kompor briket buatan Ketut, namun mereka minta jaminan pasokan briket. Hal inilah yang belum bisa dipenuhi Ketut.

Selain itu, lamanya waktu pancingan agar kompor menyala, membuat masyarakat masih memilih kompor minyak tanah. “Moga dalam perkembangan selanjutnya saya bisa menjadikan arang batok sebagai pilihan pertama kaum ibu. Karena kompor ini ramah lingkungan dan tidak beresiko meledak. Kelompok masyarakat terberdayakan pula,” kata Ketut. (arang batok)

workphotovideo